Protokol Kesehatan Ketat Kunci Sulbar Bebas Klaster Covid-19 di Sekolah
Pelaksanaan (PTM) terbatas tingkat SMA, SMK dan sederajat di Sulawesi Barat sudah berjalan 2 minggu lamanya. Sejauh ini, belum ada laporan terjadinya klaster penyabaran Covid-19 pada sekolah yang melaksanakan PTM.
"Alhamdulillah, sampai hari ini kita belum menemukan adanya klaster atau siswa yang terpapar Covid-19 selama PTM berlangsung situs casino indonesia," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat, Prof Gufran Darma Dirawan di Mamuju, Selasa (28/09/2021).
Gufran menjelaskan, sejauh ini penerapan protokol kesehatan yang ketat di tiap sekolah yang menerapkan berjalan dengan baik. Apalagi, partisipasi siswa pada PTM ini terbilang cukup tinggi, yakni mencapai angka 82 persen.
"Mudah-mudahan tidak ada yang terpapar, kondisi kasus Covid-19 di daerah kita juga sudah menurun. Meski belum ada kasus, prokes situs roulette online terpercaya tetap harus diperketat," jelasnya.
Gufran juga menungungkapkan, saat ini pihaknya sedang menggodok perubahan pada sistem agar lebih komprehensif. Ia ingin lebih banyak jam belajar siswa di sekolah, tetapi hal itu tergantung dari kondisi perkembangan Covid-19 di Sulawesi Barat.
BACA JUGA :
Semangat Paguyuban Sunda Hejo Ciptakan Petani Milenial Melalui Sekolah Alam Reforetasi
"Mudah-mudahan kalau kita sudah di zona hijau, nanti kita bisa lebih cepat terkait perubahan sistem PTM ini," ungkap Gufran.
Gufran menambahkan, untuk mendukung pelaksanaan PTM yang sedang berjalan, pihaknya mendorong vaksinasi bagi siswa. Ia sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sulawesi Barat dan dinas kesehatan terkait pelaksanaan vaksinasi itu.
"Semoga tidak ada lagi penyebaran Covid-19 di sekolah, sehingga siswa kita bisa belajar dengan maksimal," tutup Gufran.
Walau la jalan dengan lancar dengan ngelandainyo kasus COVID-19, selamo jalani PTM dak telupo untuk evakuasi yang dilakuke otoritas Provinsi Jatim. Evaluasi ini dilakuke setiap harinyo dengan pihak terkait.
“Kami la ngelakuke koordinasi itu tiap sore untuk PTM, jadi yang diajak koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, MKKS (Majelis Kepala Kepala Sekolah) ado SMA. SMK, SLB, tapi belom nyentuh SMP,” kato Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa waktu Virtual Class Liputan6.com “Tren Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Dak Boleh Lelah”, Rabu (29/9/2021).
“Jadi, kito minta kepala Dinas Kabupaten Kota yang nak ngelaporke proses secara bertahap di kabupaten-kabupaten kota masing-masing,” uji Khofifah.Hasil dari evaluasi di sekolah itu beragam nian. Contohnyo, perubahan regulasi sekolah terkait waktu praktikum siswa.
“SMK contohnyo, waktu awal ngelakuke kunjungan, budak-budak ngeraso dak punyo waktu pratikumnyo duo jam, yang cukup dengan hitungan empat jam pelajaran temasok nyiapke alat. Jadi, aku minta kalu minta nyiapke alat jangan diitung, duo jam itu duo jam efektif,” Khofifah ngomongke.

Komentar
Posting Komentar