Serba-Serbi Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah dan Pentingnya Taat Prokes



 Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai memberlakukan sekolah tatap muka. Dari 514 kabupaten/kota, 471 daerah di antaranya berada deposit game slot online via linkaja di wilayah PPKM level 1-3. Jika dihitung dari jumlah sekolah sebanyak 540 ribu sekolah, 91 persen di antaranya diperbolehkan melakukan PTM terbatas. Keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan faktor tertentu dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Ada 490.217 sekolah yang diperbolehkan. Tapi kecepatan daerah dalam melakukan PTM terbatas sangat bervariasi,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumeri, saat Silaturahmi Merdeka Belajar episode 6: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan Kesiapan Pemerintah Daerah, yang ditayangkan di kanal Youtube KEMENDIKBUD RI, Kamis (9/9).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyatakan semua sekolah di daerah dengan status PPKM Level 1 sampai 3 sangat diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka. Meski begitu deposit game slot online via shopee, dia menambahkan, ada sekolah-sekolah yang wajib melakukan tatap muka, khususnya sekolah yang guru gurunya sudah divaksin lengkap dua kali dosis.

"Tetapi untuk daerah yang masih PPKM Level 4 memang tidak boleh menggelar tatap muka, harus full pembelajaran jarak jauh," ujar Nadiem usai bertemu Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X di Kantor Gubernur Kepatihan Yogyakarta, Selasa 14 September 2021.

BACA JUGA : 

Lagi, BIN Daerah Kaltim Gelar Vaksinasi Massal di Sekolah


Ia mengingatkan meski untuk sekolah yang gurunya sudah divaksin lengkap wajib menyediakan opsi pembelajaran tatap muka, namun semua tetap harus dengan persetujuan orangtua siswa. Dia menegaskan tak boleh ada pemaksaan.

"Keputusan akhir tetap pada orang tua apakah mengizinkan anaknya tatap muka atau tidak," kata Nadiem.

Nadiem juga mengingatkan pihak sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin dan membatasi jumlah anak per kelas.

"Jumlah anak per kelas yang boleh tatap muka dibatasi 18 orang saja baik jenjang SD, SMP, dan SMA. Sedangkan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK maksimal lima anak per kelas," terangnya.

Sejak digelarnya PTM di akhir Agustus, Pemerintah melalui Kemendikbud berharap agar proses belajar mengajar ini tetap berjalan maksimal pada September, Oktober, November, dan seterusnya, hingga memenuhi target 100% terhadap pembukaan sekolah. Mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, dan Madrasah.

Epidemiolog yang juga Pimpinan Teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan pembukaan pembelajaran tatap muka tidak bisa menunggu hingga kasus COVID-19 nol. Saat sekolah kembali mengadakan pembelajaran tatap muka harus ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman dari penularan COVID-19.

"Saat ini sudah banyak negara yang sudah membuka sekolah, bahkan memprioritaskan pembukaan sekolah. Jadi, jika Anda dapat mengontrol penularan di komunitas tersebut, ini akan memudahkan Anda dalam memastikan bahwa orang yang bekerja dan bersekolah di sekolah tersebut aman," kata Maria saat Live Twitter WHO pada Selasa (7/9/2021).

Ia menegaskan sekolah harus paham tentang pelaksanaan protokol kesehatan di masa pandemi. Mulai dari menjaga jarak, pemakaian masker, serta memastikan adanya disinfeksi dan ventilasi yang baik di sekolah tersebut.

Orangtua dan anak-anak juga memiliki peran penting dalam hal ini, seperti menjaga jarak dan meminimalkan jumlah interaksi yang tidak diperlukan, demi menjaga sekolah agar tetap dapat menjalankan kegiatan pembelajaran tatap muka.

"Ini adalah upaya untuk memastikan mereka yang beraktivitas di sekolah tersebut aman. Kita harus memprioritaskan keselamatan," kata Maria.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Voordele om aanlyn slotdobbel te speel

Destinasi Bermain Judi Sangat Terbaik di Indonesia

Penenbangan Pohon Secara Gak Taratip