Masih Berbenah, Sejumlah Sekolah di Palu Belum Gelar Pembelajaran Tatap Muka

 


Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah menegaskan para orangtua diberi kebebasan untuk memilih pembelajaran judi online terbaik terpercaya daring bagi anaknya jika tidak bersedia mengikuti yang mulai digelar.

Menyusul Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas (PTMT) untuk tingkat SMA dan SMK di Sulawesi Tengah yang mulai dibuka sejak 4 Oktober, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawasi Tengah memastikan kebijakan itu tidak menjadi kewajiban bagi peserta didik.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana, pihak sekolah yang menggelar pembelajaran di sekolah harus meminta kesediaan para orangtua peserta didik lebih dulu.

"Apabila ada peserta judi online terbesar indonesia didik tidak diizinkan orangtuanya maka sekolah harus bertanggungjawab. Dengan tetap memberikan pembelajaran jarak jauh," Yudiawati mengatakan, Kamis (7/10/2021).

Pilihan itu juga diberikan lantaran situasi pandemi yang masih menjadi kekhawatiran kendatipun tidak ada lagi daerah di Sulawesi Tengah yang berstatus PPKM Level 4.

BACA JUGA : 

Surabaya Punya 288 Sekolah Berlabel Adiwiyata, Bakal Nambah 12 Lagi


Pembelajaran tatap muka terbatas mulai digelar di Kota Palu sejak 4 Oktober, 2021. Pantauan dari 26 SMK dan 29 SMA belum seluruhnya menggelar PTMT karena masih menyiapkan sarana dan fasilitas untuk menjamin penerapan protokol kesehatan di sekolah yang menjadi syarat utama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, 288 sekolah tersebut terdiri dari 20 sekolah Adiwiyata Mandiri, 22 sekolah Adiwiyata Nasional, 24 sekolah Adiwiyata provinsi, dan 222 sekolah Adiwiyata Kota. 

"Tentu ini capaian yang luar biasa, semoga ke depan terus nambah," katanya, Jumat (8/10/2021) dikutip dari Antara.

Untuk tahun ini, ada sebanyak 12 sekolah di Kota Surabaya dinyatakan lolos pada tahap awal atau tahap administrasi dan dokumentasi oleh tim penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2021.

Selanjutnya, kata dia, mulai beberapa waktu lalu, 12 sekolah itu dilakukan verifikasi lapangan oleh tim penilai Adiwiyata dari Pemprov Jatim. Tim penilai telah melakukan verifikasi lapangan di sekolah SDN Ngagel 1 Jalan Ngagel Mulyo nomor 35. 

Suharto menjelaskan Sekolah Adiwiyata itu adalah sekolah yang telah melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan di Sekolah (GPBLHS). 

Sekolah itu telah menerapkan Perilaku Ramah Lingkungan (PRLH) yang menyangkut enam aspek, yaitu kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman, konservasi air, konservasi energi dan inovasi terkait PRLH lainnya. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Voordele om aanlyn slotdobbel te speel

Destinasi Bermain Judi Sangat Terbaik di Indonesia

Penenbangan Pohon Secara Gak Taratip